BTN Perkuat Ekosistem Perumahan, Penyaluran KPR Tembus Rp552 Triliun

BTN Perkuat Ekosistem Perumahan, Penyaluran KPR Tembus Rp552 Triliun

BTN Perkuat Ekosistem Perumahan, Penyaluran KPR Tembus Rp552 Triliun.--BTN

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) konsolidasian BTN tercatat sebesar 3,0% pada Juni 2026. Perseroan menjaga kualitas kredit melalui penerapan prinsip kehati-hatian dan penguatan proses perkreditan.

Ke depan, BTN berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, dan risiko kredit agar transformasi dapat berjalan secara berkelanjutan.

Di sektor digital, BTN mengembangkan platform yang mengintegrasikan layanan keuangan dengan berbagai kebutuhan gaya hidup nasabah.

Sejak diluncurkan pada Februari 2025, platform tersebut mencatat pertumbuhan pengguna dan transaksi. Hingga Juni 2026, jumlah penggunanya mencapai sekitar 4,3 juta, meningkat 62,4% secara tahunan.

Nilai transaksi juga tumbuh 55,5% secara tahunan, dari Rp43 triliun pada Juni 2025 menjadi Rp67 triliun pada Juni 2026.

Layanan digital tersebut mencakup pembayaran, solusi pembiayaan, serta kebutuhan gaya hidup, seperti layanan perjalanan, tiket, voucher, dan produk terkait properti.

Di sisi operasional, BTN memodernisasi sistem perbankan dengan menerapkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pengenalan karakter optik (optical character recognition/OCR). Perseroan juga mengembangkan sistem layanan cabang untuk meningkatkan efisiensi proses perbankan.

Pada proses kredit konsumer, BTN menargetkan waktu penyelesaian atau turnaround time (TAT) menjadi lima hari. Percepatan dilakukan melalui digitalisasi proses dan pengurangan pengulangan pekerjaan akibat dokumen yang tidak lengkap atau tidak sesuai.

BTN turut mengintegrasikan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pengembangan sektor perumahan.

Salah satu program yang dijalankan adalah Rumah Rendah Emisi. Hingga Juni 2026, BTN bersama pengembang mitra telah membangun sekitar 18.000 unit rumah rendah emisi. Perseroan menargetkan jumlah tersebut mencapai 200.000 unit pada 2030.

Selain itu, BTN mengembangkan program pengelolaan sampah di lingkungan perumahan serta program untuk mendukung wirausaha di sektor perumahan. Inisiatif tersebut melibatkan mahasiswa, masyarakat umum, pengembang, dan pelaku usaha.

Berbagai program ini diharapkan dapat mendorong pengembangan hunian yang lebih ramah lingkungan sekaligus memperluas keterlibatan pelaku usaha dalam ekonomi berkelanjutan.

Pengembangan sumber daya manusia juga menjadi bagian dari agenda transformasi BTN. Perseroan menargetkan perekrutan lebih dari 100 talenta lulusan universitas global pada 2027 untuk meningkatkan kapabilitas dan daya saing organisasi.

BTN juga memperkuat kompetensi pegawai dan mengembangkan pemanfaatan teknologi guna menghadapi perubahan industri jasa keuangan. Penerapan tata kelola yang baik menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pengelolaan bisnis.

Melalui berbagai langkah tersebut, BTN melanjutkan transformasi dengan tetap berfokus pada pembiayaan perumahan, pengembangan bisnis, dan pemenuhan kebutuhan finansial keluarga Indonesia.