Hotel dan Restoran Bali Diguyur Rp12,49 Triliun

Hotel dan Restoran Bali Diguyur Rp12,49 Triliun

Mengutip data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Bali diguyur investasi hotel dan restoran sekitar Rp12,49 triliun sepanjang sembilan bulan 2026-landbank.id-archipelago hotels

Jakarta, landbank.co.id- Laju investasi di Bali terus bergulir sepanjang Januari-September 2026, termasuk di sektor hotel dan restoran.

Mengutip data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, destinasi wisata favorit dunia itu diguyur investasi hotel dan restoran sekitar Rp12,49 triliun sepanjang sembilan bulan 2026.

Porsi Bali mencapai sekitar 29,25 persen terhadap total realisasi investasi hotel dan restoran di Indonesia yang mencapai Rp42,70 triliun pada Januari-September 2026.

BACA JUGA:Realisasi Investasi Hotel dan Restoran Nyaris Rp43 Triliun, Januari-September 2026

Khusus pada triwulan ketiga, yakni periode Juli-September 2026, realisasi investasi di sektor hotel dan restoran Bali menyentuh Rp3,48 triliun.

Angka itu lebih rendah bila dibandingkan dengan triwulan kedua 2026 yang masih di level Rp3,89 triliun.

Realisasi investasi hotel dan restoran Bali dibuka dengan angka Rp5,12 triliun pada triwulan pertama 2026.

BACA JUGA:Investasi Pariwisata Terus Bergulir, Nyaris Sentuh Rp40 Triliun

Secara nasional, dalam rentang sembilan bulan 2026, realisasi investasi hotel dan restoran menyentuh sekitar Rp42,70 triliun.

 

Pertumbuhan Ekonomi Bali

Sementara itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali menghitung proyeksi ekonomi di Pulau Dewata tumbuh hingga 5,9 persen pada 2026 atau melampaui capaian 2025 sebesar 5,82 persen.

“Kami bersama-sama menjaga secara konsisten pertumbuhan ekonomi Bali, stabilitas ekonomi Bali,” kata Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwani di sela Temu Wirasa 2026 di Denpasar, Bali, baru-baru ini.

BACA JUGA:Kepercayaan Investor Hotel Bali Masih Tinggi