Penjualan Apartemen PP Properti Meninggi

Penjualan Apartemen PP Properti Meninggi

Sepanjang Januari-September 2026, PT PP Properti Tbk (PPRO) membukukan pertumbuhan penjualan apartmen sekitar 30 persen-landbank.id-danantarahousingexpo.id

Jakarta, landbank.co.id- Di tengah pasar yang masih menantang, PT PP Properti Tbk (PPRO) mampu mencetak pertumbuhan penjualan apartemen pada periode Januari-September 2026.

Mengutip laporan keuangan Perseroan, per akhir September 2026, emiten berkode sahama PPRO di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu membukukan pertumbuhan penjualan sekitar 30 persen.

Per akhir September 2026, pemilik proyek Grand Kamala Lagoon ini mengoleksi penjualan apartemen sebesar Rp158,15 miliar.

BACA JUGA:Dua Saham Properti Masuk Deretan Volume Terbesar, ELTY dan PPRO

Pada periode sama 2025, penjualan apartemen emiten properti yang melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 2015 itu masih bertengger di posisi Rp121,72 miliar.

Selain mengoleksi pertumbuhan, anak usaha PT PP (Persero) Tbk itu menempatkan apartemen sebagai otot pendapatan sepanjang sembilan bulan 2026.

Segmen tersebut menyumbang sekitar 63 persen terhadap total pendapatan PPRO per akhir September 2026 yang senilai Rp251,30 miliar.

BACA JUGA:PPRO Mencatat Peningkatan Penjualan Hunian

Pada periode sama 2025, kontribusi penjualan apartemen sekitar 53 persen terhadap total pendapatan yang menyentuh sekitar Rp230,97 miliar.

Beberapa proyek apartemen PPRO antara lain adalah Apartemen Paladian Park, Jakarta (DKI Jakarta), Grand Kamala Lagoon, Bekasi (Jawa Barat), Apartemen Evenciio, Depok (Jawa Barat), dan Louvin Apartemen, Jatinangor (Jawa Barat).

Lalu, Apartemen Pavilion Permata I, Surabaya (Jawa Timur), Apartemen Pavilion Permata II, Surabaya (Jawa Timur), dan Apartemen Begawan, Malang (Jawa Timur).

BACA JUGA:Homologasi Tercapai, Manajemen PPRO Kian Optimistis

Di bagian lain, penjualan perumahan PPRO justru mencatat kebalikannya. Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, penjualan segmen ini turun drastis sekitar 83 persen.

Bila per akhir September 2025 masih bertengger di posisi Rp22,50 miliar, namun pada periode sama tahun ini merosot ke level Rp3,87 miliar.