Pasar Apartemen Jakarta Semakin Selektif

Pasar Apartemen Jakarta Semakin Selektif

Konsultan properti Colliers Indonesia menilai bahwa pasar apartemen hak milik (strata title) di Jakarta kian selektif-landbank.id-

Jakarta, landbank.co.id- Konsultan properti Colliers Indonesia menilai bahwa pasar apartemen hak milik (strata title) di Jakarta kian selektif.

Dari sisi pasokan, dalam jangka pendek masih terbatas, sedangkan pipeline pengembangan hingga 2030 tetap terkonsentrasi di Jakarta Selatan dan kawasan pusat bisnis (central business district/CBD). 

“Namun, peluncuran proyek baru di segmen menengah yang berlokasi dekat simpul transportasi utama, bersama insentif Transit-Oriented Development (TOD) yang diperkenalkan melalui Pergub No. 11/2026, mengindikasikan potensi perubahan jangka Panjang,” dikutip dari riset Colliers Indonesia. 

BACA JUGA:Begini Cara Membeli Apartemen Terkini

Ke depan, masih merujuk riset itu, pengembangan apartemen secara bertahap meluas melampaui lokasi-lokasi inti tradisional Jakarta.

Di sisi permintaan, urai Colliers Indonesia, pasar juga menunjukkan segmentasi yang semakin jelas. 

Pada segmen atas, kepercayaan pembeli semakin dipengaruhi oleh kredibilitas pengembang dan rekam jejak penyelesaian proyek. 

BACA JUGA:Strategi MPRO Gaet Pembeli Apartemen

“Ada perubahan cukup menarik pada kuartal ketiga 2026, yakni konsumen melihat siapa developernya, terutama di segmen kelas atas,” kata tutur Ferry Salanto, head of research Colliers Indonesia, baru-baru ini.

Kondisi ini memungkinkan proyek-proyek tertentu tetap mencatatkan performa penjualan yang baik tanpa perlu mengandalkan insentif harga yang agresif. 

“Mayoritas profil pembeli apartemen segmen kelas atas adalah investor, yakni sebesar 57 persen,” kata Ferry.

BACA JUGA:Konsumen Pengguna Terus Mendominasi Apartemen Jakarta

Sementara itu, pada segmen menengah bawah hingga menengah, konversi penjualan masih sangat dipengaruhi oleh tingkat keterjangkauan yang efektif, termasuk melalui insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), dukungan biaya transaksi, serta skema pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR).

Dinamika penetapan harga menunjukkan yang serupa. Harga penawaran secara umum relatif stabil, namun pengembang semakin aktif bersaing melalui berbagai insentif, skema pembiayaan yang lebih fleksibel, dan penawaran nilai tambah dalam satu paket.