Smartin dan Universitas Sahid Lahirkan Sahid Future Entrepreneur Workshop
Sahid Future Entrepreneur Workshop (SFEW) menjadi wadah mahasiswa untuk belajar investasi, berlatih, dan bertumbuh sebagai wirausahawan masa depan-landbank.id-
Jakarta, landbank.co.id- PT Smartin Advisor Sistem (SAS) dan Universitas Sahid Jakarta (Usahid) melahirkan Sahid Future Entrepreneur Workshop (SFEW) di Jakarta, Sabtu, 24 Oktober 2026.
SFEW beranggotakan mahasiswa universitas yang berdiri sejak 1983 itu. Komunitas ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar, berlatih, dan bertumbuh menjadi wirausahawan masa depan, termasuk meningkatkan kemampuan berinvestasi.
Kehadiran SFEW juga menjadi tempat ide bisnis diuji dan dikembangkan, keuangan usaha dipahami, dan jejaring dengan praktisi serta dunia industri dibangun.
BACA JUGA:Smartin dan Uhamka Bangun Generasi Melek Investasi Lewat Digital Literacy to Financial Resilience
Menurut Rektor Universitas Sahid Jakarta, Giyatmi, penguatan literasi investasi memiliki hubungan erat dengan pendidikan kewirausahaan.
“Karena itu, peluncuran SFEW diharapkan menjadi awal proses pembinaan yang berkelanjutan. Mahasiswa perlu memeroleh kesempatan untuk menguji gagasan, belajar dari praktisi, mencoba menjalankan usaha, dan mengevaluasi hasilnya,” papar Giyatmi saat memberikan sambutan dalam “Sahid Smart Move 2027: Cerdas Finansial, Berani Berwirausaha” di kampus Usahid, Jakarta, Sabtu.
Ketua Umum Yayasan Sahid Jaya Nugroho Sukamdani berpesan kepada para mahasiswa yang dikukuhkan sebagai anggota SFEW agar berani bermimpi, mencoba, dan belajar dari kegagalan.
BACA JUGA:Bittime dan Smartin Ajak Investor Peka Risiko
"Wirausahawan besar tidak lahir dalam semalam, melainkan dari langkah-langkah kecil yang konsisten, persis seperti yang dicontohkan pendiri Sahid," papar dia di sela kegiatan literasi investasi yang digelar Smartin bersama Usahid, Sabtu.
Terkait program literasi investasi gelaran Smartin dan Usahid, Chief Business Officer (CBO) Dupoin Group International, Philip Chan, menyatakan bahwa program itu bertujuan meningkatkan literasi mahasiswa di bidang investasi.
“Sebelum melaksanakan program, kami juga melakukan survei terhadap mahasiswa. Temuan dari survei itu kami jadikan rujukan dalam pemberian materi paparan. Mudah-mudahan, harapan mahasiswa dapat kami penuhi lewat program ini," kata Philip Chan saat memberikan keynote speech.
BACA JUGA:Dupoin Ungkap Pentingnya Kelola Margin dan Lot untuk Mitigasi Risiko Trading
Merujuk hasil survei yang dilakukan pada pertengahan Oktober 2026 terhadap 123 mahasiswa Universitas Sahid, sebanyak 67,7 persen mahasiswa perguruan tinggi itu mengaku tidak melakukan investasi di aset digital maupun trading dalam perdagangan berjangka komoditi (PBK), karena belum tahu ada peluang di kedua instrumen investasi tersebut.