Perputaran Ekonomi dalam Kegiatan Pariwisata Sentuh Rp45,9 Triliun
Kemenpar mencatat 354 kegiatan pariwisata selama dua tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih, menghasilkan perputaran ekonomi senilai Rp45,9 triliun -landbank.id-kemenpar
Widiyanti berharap para lulusan Poltekpar Bali dapat mengambil bagian dalam perkembangan industri tersebut melalui inovasi dan profesionalisme, sehingga penyelenggaraan acara pariwisata mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Berbagai capaian yang disampaikan hari ini memberikan satu pesan penting: saudara memasuki sektor dengan peluang luar biasa untuk berkarya, berinovasi, dan membawa Indonesia semakin dikenal dunia,” kata Menpar Widiyanti dikutip Antara.
Investasi Pariwisata
Sementara itu, Kemenpar menyatakan bahwa investasi pariwisata di Indonesia terus bergulir, bahkan pada 2025 menyentuh Rp73,56 triliun.
BACA JUGA:Kunjungan Wisman Sentuh 10,58 Juta, Tumbuh 5,38 Persen
Kini, sektor pariwisata juga terus mendapat aliran dana para pemodal. Pada semester pertama 2026, mengutip data Kemenpar, investasi pariwisata menyerap sekitar Rp39,68 triliun.
Mengutip data Kemenpar, di enam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, investasi pada semester pertama 2026 mencapai Rp1,4 triliun dan menciptakan 1.858 tenaga kerja baru.
Lalu, lima KEK lain yang memiliki aktivitas pariwisata mencatat investasi Rp4,5 triliun dan 1.621 tenaga kerja baru.
BACA JUGA:KEK ETKI Banten Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif
“Investasi tersebut bukan hanya berarti pembangunan hotel atau fasilitas baru. Di belakang investasi terdapat kegiatan usaha, kebutuhan terhadap barang dan jasa, serta peluang penciptaan pekerjaan,” papar Menpar Widiyanti, dalam keterangan yang diperoleh landbank.co.id, baru-baru ini.
Di sisi lain, memasuki dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, sektor pariwisata Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif yang signifikan dan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
Menpar Widiyanti mengatakan, pembangunan pariwisata saat ini tidak hanya berfokus pada kuantitas kunjungan wisatawan, tetapi juga berorientasi pada dampak nyata bagi perekonomian masyarakat serta pemerataan di berbagai daerah.
BACA JUGA:Indonesia Bidik Investasi Pariwisata Rp63,5 Triliun
Hal ini, jelas dia, selaras dengan semangat yang dibawa sepanjang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.