Penguatan dolar AS umumnya membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Sementara itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury yield dapat meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas yang tidak memberikan bunga.
Sebaliknya, apabila The Fed memberikan sinyal kebijakan yang lebih longgar atau membuka peluang penurunan suku bunga, dolar AS dan imbal hasil obligasi berpotensi melemah. Kondisi tersebut dapat mendukung daya tarik emas, meskipun respons pasar tetap bergantung pada ekspektasi investor dan isi pernyataan bank sentral.
Karena itu, keputusan The Fed menjadi salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan untuk menilai apakah pemulihan harga emas dapat berlanjut atau justru kembali menghadapi tekanan jual.
Prediksi Harga Emas Hari Ini
Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat peluang penguatan jangka pendek XAU/USD masih terbuka seiring terbentuknya pola Inverse Head and Shoulders, bertahannya support US$3.988, serta pergerakan harga yang kembali berada di atas US$4.000.
Area resistance US$4.048 menjadi target kenaikan pertama yang perlu dicermati. Jika momentum beli berlanjut dan harga mampu melewati level tersebut, emas berpotensi menguji resistance berikutnya di US$4.072.
Namun, prospek tersebut tetap bergantung pada kemampuan harga mempertahankan support US$3.988. Penembusan support yang disertai penutupan harga di bawah level tersebut dapat melemahkan skenario bullish.
Di sisi lain, keputusan The Fed, pergerakan dolar AS, dan perubahan imbal hasil Treasury berpotensi memicu volatilitas harga emas dalam jangka pendek.
Dengan demikian, prediksi harga emas dunia pada Selasa, 27 Oktober 2026, masih mengarah pada peluang penguatan menuju US$4.048–US$4.072 selama support US$3.988 mampu dipertahankan. Meski demikian, pelaku pasar perlu menunggu konfirmasi teknikal dan mencermati perkembangan fundamental sebelum mengambil keputusan transaksi.
(*)