Jakarta, landbank.co.id - Harga emas dunia atau XAU/USD kembali menembus level psikologis US$4.000 per troy ounce dalam perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026.
Pergerakan ini membuka peluang bagi XAU/USD untuk melanjutkan pemulihan setelah mengalami tekanan jual sebelumnya.
Analis Dupoin Futures (PT Dupoin Futures Indonesia), Geraldo Kofit, memproyeksikan harga emas dunia berpeluang melanjutkan penguatan selama mampu mempertahankan area support penting di US$3.988.
Berdasarkan analisis teknikal pada grafik satu jam atau timeframe H1, harga emas menunjukkan potensi pembalikan arah menuju tren bullish setelah mengalami penolakan harga (rejection) di area support US$3.988 dan membentuk pola Inverse Head and Shoulders.
"Pada timeframe H1 menunjukkan potensi pembalikan arah menuju bullish setelah mengalami rejection di level support US$3.988 dan membentuk pola Inverse Head and Shoulders. Jika momentum kenaikan berlanjut, XAUUSD berpeluang menguji zona resistance US$4.048–US$4.072," terangnya, dikutip landbank.co.id, Selasa, 27 Oktober 2026.
Geraldo menilai level US$3.988 menjadi area penting untuk menentukan keberlanjutan momentum bullish harga emas dalam jangka pendek.
Penolakan harga di sekitar level support tersebut menunjukkan adanya respons beli yang berpotensi mendorong pemulihan. Selain itu, pola Inverse Head and Shoulders yang terbentuk pada grafik per jam dapat menjadi indikasi awal perubahan momentum dari bearish menuju bullish.
"Harga emas berpeluang melanjutkan kenaikan selama mampu bertahan di atas support US$3.988 dan tidak mencatatkan penutupan di bawah level tersebut. Resistance US$4.048 menjadi sasaran pertama yang perlu diperhatikan. Apabila tekanan beli tetap kuat, XAUUSD berpotensi melanjutkan penguatan menuju area US$4.072," ungkapnya.
Meski demikian, pergerakan menuju kedua level resistance tersebut tetap membutuhkan konfirmasi dari aksi harga selanjutnya.
Apabila harga mampu menembus resistance US$4.048 dengan momentum beli yang kuat, peluang penguatan menuju US$4.072 akan semakin terbuka. Sebaliknya, jika harga kembali melemah dan menembus support US$3.988, skenario bullish perlu dievaluasi karena tekanan jual berpotensi kembali mendominasi.
Dari sisi fundamental, peluang penguatan emas turut dipengaruhi oleh pergerakan harga energi, khususnya minyak. Penurunan harga minyak berpotensi meredakan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi, sehingga dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah kebijakan moneter.
Mengacu pada rangkuman Reuters yang disebutkan dalam materi analisis, pelemahan harga energi berpotensi mengurangi kekhawatiran bahwa inflasi akan bertahan tinggi. Kondisi tersebut dapat memberikan ruang bagi emas untuk melanjutkan pemulihan.
Meski demikian, dampak penurunan harga minyak terhadap emas tidak selalu berlangsung secara langsung. Investor juga perlu mencermati pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta perubahan ekspektasi suku bunga yang dapat memengaruhi permintaan terhadap logam mulia.
Peluang kenaikan harga emas juga dibayangi oleh keputusan suku bunga Federal Reserve atau The Fed yang dijadwalkan pada 28 Oktober 2026.
Investor akan mencermati keputusan dan pernyataan bank sentral AS untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya. Sinyal kebijakan yang lebih ketat berpotensi mendorong penguatan dolar AS dan meningkatkan tekanan terhadap harga emas.