Dokumen penghasilan, seperti slip gaji yang disahkan bagi pekerja berpenghasilan tetap atau surat pernyataan penghasilan bagi pekerja berpenghasilan tidak tetap.
Dokumen tambahan sesuai permintaan bank penyalur.
Persyaratan dokumen dapat berbeda sesuai kondisi pemohon dan ketentuan bank. Karena itu, calon debitur sebaiknya memastikan daftar dokumen terbaru sebelum menyerahkan pengajuan.
6. Jalani pemeriksaan dan proses persetujuan kredit
Bank akan menilai kelengkapan dokumen, kemampuan membayar angsuran, serta kelayakan pembiayaan. Calon debitur perlu menindaklanjuti apabila ada dokumen yang harus diperbaiki atau dilengkapi.
7. Lakukan akad kredit
Jika pengajuan disetujui dan rumah siap untuk diproses, calon debitur melanjutkan ke tahap akad kredit sesuai jadwal dan ketentuan bank. Pastikan memahami nilai pembiayaan, besaran angsuran, tenor, serta kewajiban yang tercantum dalam perjanjian.
Bunga dan Tenor KPR Subsidi FLPP 2026
Program KPR subsidi FLPP menawarkan skema pembiayaan yang dirancang agar lebih terjangkau bagi MBR.
Pemerintah pada Juni 2026 menyetujui perpanjangan tenor KPR FLPP hingga 40 tahun. Kebijakan tersebut mempertahankan suku bunga rumah tapak sebesar 5% dan rumah susun subsidi sebesar 6%.
Program ini juga menawarkan uang muka mulai dari 1% sesuai ketentuan yang berlaku. Besaran angsuran aktual tetap bergantung pada harga rumah, uang muka, tenor, dan hasil perhitungan pembiayaan dari bank penyalur.
Masyarakat disarankan melakukan simulasi cicilan terlebih dahulu dan menyesuaikannya dengan kemampuan keuangan keluarga. Persetujuan KPR tidak otomatis diberikan hanya karena pemohon memenuhi batas penghasilan, sebab bank tetap melakukan penilaian kredit.
Data Realisasi Rumah Subsidi FLPP hingga Oktober 2026
Hingga 19 Oktober 2026, penyaluran KPR subsidi melalui FLPP mencapai 184.342 unit dari target 350.000 unit rumah sepanjang tahun. Dengan demikian, realisasi program tersebut mencapai 52,67% dari target.
Berikut ringkasan data realisasi FLPP 2026:
| Indikator | Data
|---|
| Target FLPP 2026 | 350.000 unit
| Realisasi per 19 Oktober 2026 | 184.342 unit
| Persentase terhadap target | 52,67%
| Rumah tapak | 184.318 unit
| Rumah susun | 24 unit
| Calon debitur yang masih berproses | 39.830 unit
| Potensi rumah subsidi yang tersedia | 28.208 unit
| Nilai pembiayaan yang telah disalurkan | Sekitar Rp23 triliun