Investasi Sejak Muda Percepat Kebebasan Finansial, Lawan Ancaman Inflasi

Investasi Sejak Muda Percepat Kebebasan Finansial, Lawan Ancaman Inflasi

Literasi Keuangan Mahasiswa, "Menangkap Peluang Investasi Saham, Kripto, dan Komoditas."--landbank.id

Dia menegaskan, ada beberapa manfaat yang bisa dipetik dari investasi di usia muda. Pertama, kebebasan finansial bisa leih cepat dibanding yang baru mulai di usia matang. Kedua, keuntungan investasi akan terus berkembang dari waktu ke waktu. Intinya, makin Panjang waktu investasi, hasil akhirnya bisa tumbuh besar, meski modal awal kecil.

Ketiga, melatih mindset jangka panjang. Belajar investasi membuat orang lebih disiplin, tidak konsumtif, berpikir strategis, dan memahami risiko dan peluang.  Keempat, melawan inflasi. Prinsipnya, nilai uang terus turun tiap tahun karena inflasi. Artinya, jika uang hanya disimpan tanpa berkembang, daya beli pemilik melemah. 

Kelima, memiliki kesempatan untuk belajar dari kesalahan. Intinya, kesalahan kecl hari ini bisa menjadi pengalaman berharga untuk masa depan.

BACA JUGA:Mayoritas Capex Ciputra untuk Pembelian Landbank, Capex 2026 Rp1 Triliun

Keenam, dia menerangkan, bisa membangun aset produktif lebih awal. Prinsipnya, aset produktif bekerja untuk kita, menghasilkan uang bahkan saat tidur. 

Dia menambahkan, ada perbedaan besar budaya investasi di Indonesia, Amerika Serikat (AS), dan Indonesia. Di AS dan Eropa, investasi dinggap kebutuhan hidup, bukan pilihan. Banyak masyaakat muda mulai berinvestasi sejak usia 20-an. Mereka fokus pada pertumbuhan kekayaan 10-30 tahun. 

Di AS, dia menuturkan, investor memahami bahwa volatilitas bukan berarti risiko. Mereka siap melihat portofolio turun 20-30%, selama fundamental tetap baik. 

Selanjutnya, di AS dan Eropa, dia mengungkapkan, prinsip umum investasi adalah compounding, reinvestasi dividen, dollar cost averaging, dan alokasi aset.  “Targetnya menjadi kaya perlahan namun pasti,” ungkap. 

Sementara itu, di Indonesia, dia menutukan, masyarakat banyak fokus pada tabungan dan deposito. Investasi sering dianggap untuk orang kaya. Selain itu, banyak investor mencari keuntungan cepat. Selain itu, orientasi jangka pendek measih dominan.

BACA JUGA:Rekam Jejak Dividen Tunai CTRA, Lima Tahun Tak Henti

“Di Indonesia, penurunan kecil sering memicu kepanikan. Banyak investor baru menjual saat harga turun dan membeli saat harga naik,” kata dia. 

Dia menyatakan, di Indonesia, investor tergiur pada skema cepat kaya, trading harian, dan spekulasi tinggi. Banyak investor berorientasi jangka pendek. Padahal, dia menuturkan, budaya investasi modern terus berkembang.  Sayangnya, tingkat literasi dan pasar modal masih lebih rendah dibanding negara-negara barat. 

Bagi Vier, investasi bukan menjadi kaya dalam semalam, tapi untuk merceka secara finansial di masa depan. Prinsipnya, mulai dari kecil, konsisten, dan berpikir jangka panjang. 

Dia meminta generasi muda untuk meninggalkan jauh judol dan mulai berinvestasi. Sebab, judol merupakan aksi spekulatif yang tidak menghasilkan kepemiilikan aset produktif dan secara matematis dirancang memberi keuntungan kepada operator. Adaun investasi, seperti saham, adalah aktivitas kepmilikan bisnis yang memiliki risiko nyata dan transparan. 

Selain saham, dia menyatakan, ada beberapa instumen investasi yang bisa digarap generasi muda, mulai dari komoditas, seperti XAUUSD atau USOIL, hingga aset kripto.