Wika Gedung Tak Sebatas Membangun Gedung
Lokasi distribusi kurban antara lain di Kampung Nelayan, Cilincing, Jakarta Utara. Lalu, di gudang alat Wika Gedung, Purwakarta, Jawa Barat.
Kemudian, Musholla Al Ikhsan, Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur dan Kantor Pusat WEGE – untuk internal karyawan terpilih.
Selain itu, turut dilakukan pemotongan dan penyalurannya di lingkungan proyek WEGE, seperti Proyek Universitas Diponegoro Semarang, RS Klaten, Rusun Paspampres IKN, serta proyek-proyek lainnya sebagai bentuk kepedulian sosial di sekitar area operasional.
Kegiatan kurban ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan WEGE setiap Iduladha, sebagai wujud komitmen memperkuat nilai-nilai sosial dan spiritual di lingkungan kerja serta menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat.
“Alhamdulillah, bantuan dari WEGE sangat membantu kami. Ini bukan hanya soal daging, tapi bentuk perhatian nyata yang kami rasakan dari perusahaan,” kata salah satu warga Cipinang Melayu, Abdul Mushowir.
Melalui seluruh inisiatif ini, WEGE kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra terpercaya dalam menciptakan ekosistem konstruksi yang inovatif dan berkelanjutan.
Bukan hanya pada aspek teknis proyek, tetapi juga dalam mendorong keseimbangan sosial dan lingkungan yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Kinerja Naik
Sementara itu, sepanjang tiga bulan pertama 2025, Wijaya Karya Bangunan Gedung mengantongi pendapatan Rp543,26 miliar.
Pendapatan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk per akhir Maret 2025 itu meningkat 14,56 persen bila disandingkan dengan raihan pada periode sama 2024 yang di level Rp474,22 miliar.
Baca juga:
Torehan ini dianggap sesuatu mengingat masih adanya tantangan di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian.
Belum lagi, sektor konstruksi yang terus berkembang dalam iklim bisnis sangat kompetitif.
“Peningkatan pendapatan WEGE mayoritas ditopang oleh segmen jasa konstruksi, yakni sebesar 97,24 persen,” kata manajemen WEGE dikutip Kamis, 1 Mei 2025.