Dari Hasil Bumi ke Properti, Sosok Visioner Hendro Santoso Gondokusumo

Dari Hasil Bumi ke Properti, Sosok Visioner Hendro Santoso Gondokusumo

Di sepanjang sejarah dan perjalanannya, Hendro berhasil membawa Intiland sebagai perusahaan yang inovatif dan sebagai penggagas tren.

Proyek unggulan Intiland antara lain Regatta adalah ikon kondominium mewah yang didesain oleh Tom Wright dari Atkins Design, desainer The Burj Al Arab di Dubai.

Hendro juga mengomandoi pengembangan kawasan premium di Surabaya dengan membangun Graha Famili, sebuah kota mandiri yang dibangun di atas lahan seluas 280 hektar di sebelah Surabaya Barat yang juga dilengkapi dengan lapangan golf 18-hole.

Mengutip publikasi manajemen Intiland, pada era 1990-an, Hendro terus mendorong Intiland untuk berkembang dengan mengembangkan berbagai proyek baru. Namun, badai krisis ekonomi Asia tahun 1997 menghantam industri properti dengan keras, termasuk Intiland.

Di tengah gejolak tersebut, di saat banyak perusahaan terpaksa melakukan pemangkasan besar-besaran, Hendro berhasil mempertahankan Intiland tanpa mengorbankan karyawannya. Dengan strategi yang matang dan manajemen keuangan yang disiplin, perusahaan tetap beroperasi dengan mengandalkan aliran dana sendiri, membuktikan ketangguhan dan kepemimpinan Hendro dalam menghadapi tantangan besar.

Baca juga: Bos Intiland Beberkan Alasan Kerja Sama dengan Perusahaan Korea Selatan

Memasuki era 2010-an, di bawah kepemimpinan Hendro, Intiland memasuki babak baru ekspansi dan inovasi bisnis. Dengan visi yang tajam, perusahaan meluncurkan berbagai proyek ikonik yang memperkuat posisinya sebagai pengembang properti terkemuka.

Tahun 2010 menjadi momentum penting dengan hadirnya Intiwhiz Internasional, jaringan hotel yang menaungi Whiz Hotel dan Grand Whiz Hotel, memperluas bisnis Intiland ke sektor hospitality. Keberhasilan lainnya adalah suksesnya Penawaran Umum Saham Terbatas III senilai Rp2,7 triliun, yang memberikan modal besar untuk pertumbuhan perusahaan.

Dari sisi pengembangan properti, Intiland menghadirkan apartemen 1Park Residence dan kawasan perumahan Serenia Hills di Jakarta Selatan, serta kawasan perkantoran terpadu South Quarter dan proyek mixed-use Aeropolis di Tangerang.

Di Surabaya, perusahaan membangun kawasan superblok Graha Festival, menghadirkan Spazio dan Spazio Tower, apartemen Sumatra36, dan Graha Golf.

Di tengah tantangan besar akibat pandemi Covid-19 pada awal 2020, Hendro kembali membuktikan ketangguhannya dalam memimpin Intiland. Saat industri properti mengalami penurunan tajam akibat melemahnya daya beli masyarakat, Intiland tetap mampu bertahan dan bahkan meraih pencapaian penting. Dengan strategi yang adaptif dan visi jangka panjang, perusahaan tidak hanya mempertahankan operasionalnya, tetapi juga berhasil menyelesaikan pembangunan dua proyek apartemen prestisius, SQ Rés, dan Fifty Seven Promenade.

Selain bekerja keras menjalankan bisnisnya, Hendro juga dikenal aktif dalam berorganisasi. Beliau tercatat menduduki beberapa posisi penting di sejumlah organisasi seperti Dewan Penasehat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Ketua Asosiasi Pengusaha Lapangan Golf Indonesia, dan anggota Badan Pertimbangan Organisasi Real Estat Indonesia. Selain itu, Beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Jakarta Properti Club.

Keberhasilan-keberhasilan ini menegaskan kepemimpinan Hendro dalam membawa Intiland terus maju dengan inovasi dan strategi bisnis yang solid. Bahkan, di tengah krisis, Intiland tetap mampu menjaga kepercayaan pasar dan mempertahankan posisinya sebagai salah satu pengembang properti terkemuka di Indonesia.

Hendro adalah sosok berkepribadian sederhana yang memiliki intuisi tajam dalam melihat potensi masa depan.  Dengan tangan dingin dan tekat yang kuat, Hendro membangun Intiland dari sebuah impian kecil hingga kini menjadi salah satu pengembang properti terkemuka di Indonesia.

Baca juga: Selain Astra Properti, Laba Bersih Intiland Juga Melejit