Jakarta, landbank.co.id- PT Eastparc Hotel Tbk (EAST) mengoleksi pendapatan dari Rp64,94 miliar sepanjang Januari-September 2026, lebih rendah dibandingkan dengan periode sama 2025.
Emiten berkode saham EAST di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini membukukan pendapatan sekitar Rp66,95 miliar per akhir September 2026.
Pemilik Hotel Eastparc, Daerah Istimewa Yogyakarta yang melantai di Bursa sejak tahun 2019 itu menempatkan sewa kamar sebagai sumber pendapatan utama sepanjang sembilan bulan 2026.
BACA JUGA:Eastparc Hotel Mengoleksi Pendapatan Rp94,62 Miliar
Mengutip laporan keuangan Perseroan, per akhir September 2026, pendapatan dari sewa kamar menyentuh sekitar Rp44,89 miliar.
Segmen pendapatan kamar itu setara dengan sekitar 69 persen dari total pendapatan EAST sepanjang Januari-September 2026.
Selebihnya disetor oleh segmen makanan dan minuman sekitar Rp16,07 miliar serta pendapatan lain-lain senilai Rp3,98 miliar.
BACA JUGA:Laba Eastparc Hotel Nyaris Rp21 Miliar
Sementara itu, per akhir September 2026, jumlah aset EAST tercatat sekitar Rp480,06 miliar, sedangkan per akhir Desember 2025 sebesar Rp507,55 miliar.
Jumlah liabilitas EAST terlihat menyusut, yakni dari Rp50,09 miliar per akhir Desember 2025 menjadi sekitar Rp23,74 miliar per akhir September 2026.
Di sisi ekuitas, per akhir September 2026 tercatat sekitar Rp456,32 miliar, sedangkan per akhir Desember 2026 senilia Rp457,46 miliar.
BACA JUGA:Eastparc Hotel Raih Pendapatan Rp44,34 Miliar
Per akhir September 2026, pemegang saham EAST terdiri atas Khalid Bin Omar Abdat sebesar 43,74 persen, Fauziah Umar Abdat 4,94 persen, Nadiah Khalid Abdat 4,80 persen, dan Fazlina Omar Abdat 2,19 persen.
Lalu, Ali Bin Said Abdat 0,00persen, Helmi Khalid Abdat 0,90 persen, Lubna Binte Ali Abdat 0,76 persen, Muhammad Anis (direktur) 0,01 persen, dan masyarakat 42,66 persen.