Begini Antrean IPO hingga Oktober 2026

Minggu 25-10-2026,13:42 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Jakarta, landbank.co.id- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa masih ada antrean perusahaan yang akan mencatatkan sahamnya di Bursa lewat skema pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO).

Perusahaan yang masuk dalam deretan antrean hingga 23 Oktober 2026 itu mayoritas datang dari sektor kesehatan, mirip dengan yang telah lebih masuk lebih dulu sepanjang Januari-Juli 2026. 

"Hingga saat ini, terdapat sembilan perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2026.

BACA JUGA:Produsen Cat Ini Realisasikan Penggunaan Dana IPO Rp5,51 Triliun

Dari sembilan perusahaan tersebut, tiga perusahaan memiliki aset berskala besar, yakni di atas Rp250 miliar. 

Lalu, mengutip Antara, lima perusahaan memiliki aset berskala menengah, antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, dan satu perusahaan memiliki aset berskala kecil, yakni di bawah Rp50 miliar.

Klasifikasi skala aset perusahaan tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.

BACA JUGA:Begini Pemanfaatan Dana IPO WEGE Terkini

Berdasarkan sektor usaha, empat perusahaan dalam antrean IPO berasal dari sektor kesehatan, dua perusahaan dari sektor energi, dua perusahaan dari sektor barang baku, dan satu perusahaan dari sektor keuangan.

Sepanjang 2026 hingga 23 Oktober, BEI melaporkan tujuh perusahaan telah melaksanakan IPO dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.

Dari tujuh perusahaan itu sebanyak tiga Perusahaan adalah dari sektor kesehatan. Lalu, masing-masing satu Perusahaan dari sektor transportasi dan logistik, consumer cyclicals, industrials, dan consumer non-cyclicals. (lihat grafis)

BACA JUGA:Bangun Hotel Express, Puri Sentul Permai Manfaatkan Dana IPO

Masuknya tujuh Perusahaan itu membuat emiten yang tercatat di pasar modal Indonesia mencapai 963 perusahaan. BEI menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 1.100 perusahaan pada 2030.

Selain pencatatan saham, BEI juga mencatat penerbitan 149 emisi dari 66 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS), dengan total dana yang dihimpun sebesar Rp151,95 triliun hingga 23 Oktober 2026.

Pada periode yang sama, terdapat 25 emisi dari 16 penerbit EBUS yang berada dalam antrean penerbitan. Penerbit tersebut berasal dari berbagai sektor usaha.

Kategori :