BTN Perkuat Ekosistem Perumahan, Penyaluran KPR Tembus Rp552 Triliun

Jumat 23-10-2026,23:16 WIB
Reporter : Yetto Ceka
Editor : Yetto Ceka

Bandung, landbank.co.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus mentransformasi bisnis untuk menjadi mitra keuangan keluarga Indonesia. Strategi ini dilakukan melalui penguatan ekosistem perumahan, perluasan pembiayaan hunian, dan percepatan layanan digital.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, perseroan tidak hanya berfokus pada pembiayaan kepemilikan rumah atau mortgage bank, tetapi juga mengembangkan layanan keuangan untuk memenuhi kebutuhan nasabah pada berbagai tahap kehidupan.

"Transformasi ini kita jalankan dengan tetap mempertahankan mandat BTN dalam mendukung pembiayaan perumahan nasional, sembari memperluas layanan ke berbagai produk dan kebutuhan finansial keluarga Indonesia," kata Nixon dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Transformasi BTN, Membangun Sinergi Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan" di Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026).

Selama 76 tahun melayani masyarakat, BTN konsisten memperluas akses kepemilikan rumah, termasuk bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi.

Hingga September 2026, total KPR yang telah disalurkan BTN mencapai Rp552 triliun. Pangsa pasar perseroan di sektor pembiayaan perumahan tercatat sebesar 39% pada Juni 2026. Sementara itu, pangsa pasar KPR subsidi mencapai 69% pada September 2026.

BTN juga mendukung penyaluran KPR subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Untuk menjangkau pekerja sektor informal, perseroan menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas dan organisasi profesi.

Sepanjang Januari hingga September 2026, penyaluran program perumahan melalui kerja sama dengan kementerian dan lembaga mencapai 35.808 unit. Program ini menyasar berbagai kelompok masyarakat, antara lain guru, tenaga kesehatan, awak media, buruh, pegawai BKKBN, anggota Polri, hingga masyarakat di Provinsi Maluku.

"Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen BTN untuk memperluas akses kepemilikan rumah secara inklusif, termasuk bagi kelompok masyarakat yang memiliki penghasilan tidak tetap," ujar Nixon.

Selain pembiayaan bagi calon pemilik rumah, BTN memperkuat penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) melalui pembiayaan dari sisi pasokan (supply) dan permintaan (demand).

Dari sisi pasokan, BTN bekerja sama dengan lebih dari 8.000 mitra pengembang. Pembiayaan juga tersedia bagi kontraktor, pemasok, distributor, dan toko bahan bangunan. Langkah ini membuka akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat dalam rantai pasok perumahan.

Sementara itu, dari sisi permintaan, BTN menyasar calon debitur potensial, termasuk wiraswasta, mitra pedagang atau merchant BTN, serta nasabah dengan riwayat kredit yang baik.

Berdasarkan data per 20 Oktober 2026, realisasi plafon KPP BTN mencapai Rp6,16 triliun dengan total penyaluran kepada 9.236 debitur. Angka tersebut terdiri atas Rp4,02 triliun untuk sisi pasokan dan Rp2,14 triliun untuk sisi permintaan.

Melalui skema ini, pembiayaan perumahan tidak hanya menyasar masyarakat yang ingin memiliki rumah, tetapi juga pelaku usaha yang berperan dalam pembangunan dan penyediaan material.

Dalam satu dekade terakhir, BTN menjalankan transformasi secara bertahap dengan berfokus pada perbaikan tata kelola, peningkatan kualitas kredit, pengembangan bisnis, serta digitalisasi operasional.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) konsolidasian BTN tercatat sebesar 3,0% pada Juni 2026. Perseroan menjaga kualitas kredit melalui penerapan prinsip kehati-hatian dan penguatan proses perkreditan.

Kategori :